Saturday, June 21, 2014

Contoh Makalah Standard Operating Procedure (SOP)

STANDARD OPERATING PROCEDURE ( SOP )

PENDAHULUAN
Sumber daya manusia kesehatan merupakan aset penting dan terbesar dalam mentukan kualitas pelayanan kesehatan, untuk mendukung dan mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi, maka kapasitas tenaga kesehatan perlu terus ditingkakan. Langkah-langkah startegi, taktis dan aplikatif diperlukan agar tenaga kesehatan yang berkontribusi dalam memberikan pelayanan di Rumah Sakit dapat berperan dan siap bersaing di tatanan dunia kesehatan regional, nasional dan global.
Peningkatan kinerja pelayanan kesehatan telah menjadi tema utama di seluruh dunia. Dengan tema ini, organisasi pelayanan kesehatan dan kelompok profesional kesehatan sebagai pemberi pelayanan harus menampilkan akontabilitas sosial mereka dalam memberikan pelayanan yang mutakhir kepada konsumen yang berdasarkan standar profesionalisme, sehingga diharapkan dapat mnemenuhi harapan masyarakat. Sebagai konsekuensinya peningkatan kinerja memerlukan persyaratan yang diterapkan dalam melaksanakan pekerjaan yang berdasarkan standar tertulis.
Dalam pelayanan keperawatan dan kebidanan, standar sangat membantu perawat dan bidan untuk mencapai asuhan yang berkualitas, sehingga perawat dan bidan harus berpikir realistis tentang pentingnya evaluasi sistematis terhadap semua aspek asuhan yangberkualitas tinggi. Namun keberhasilan dalam mengimplemetasikan standar sangat tergantung pada individu perawat atau bidan itu sendiri, usaha bersama dari semua staf dalam suatu organisasi , disamping partisipasi dari seluruh anggota profesi
Berdasarkan hasil riset tahap I bulan Otober 2000 – Maret 2001 yang dilaksanakan oleh Tim Konsultan WHO Temuan permasalahan diperoleh melalui penelitian di DKI Jakarta, Sumut, Sulut dan Kaltim tahun 2001 oleh WHO dan Direktorat Keperawatan Depkes salah satu hasilnya adalah belum dikembangkannya secara optimal kelengkapan standar dan SPO untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas.

PENGERTIAN STANDAR
Beberapa Pengertian tentang Standar
Banyak diskusi dalam mempelajari dan membahas definisi standar. Kamus Oxford meberikan beberapa pengertian konsep kunci mengenai definisi standar. Pertama, standar adalah derajat terbaik. Kedua, standar meberikan suatu dasar perbandingan. Ketiga, beberapa pengertian lain seperti tertulis dibawah ini ;
1. Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsesus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya (PP 102 tahun 2000).
2. Standar adalah suatu catatan menimum dimana terdapat kelayakan isi dan akhirnya masyarakat mengakui bahwa standar sebagai model untuk ditiru.
3. Standar adalah suatu pernyataan tertulis tentang harapan yang spesifik.
4. Standar adalah suatu pernyataan tertulis dari suatu harapan-harapan yang spesifik
5. Standar adalah suatu patokan pencapaian berbasis pada tingkat tertentu ( dr.Yodi Mahendra ).
6. Standar adalah suatu pedoman atau model yang disusun dan disepakati bersama serta dapat diterima pada suatu tingkat praktek untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan ( Reyers, 1983).
7. Standar adalah nilai-nilai (velues) yang tertulis yang meliputi peraturan-peraturan dalam mengaplikasi proses-proses kunci, proses itu sendiri, dan hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
8. Standar adalah menaikkan ketepatan kualitatif atau kuantitatif yang spesifik dari komponen struktural dalam sistem pelayanan kesehatan yang didasarkan pada proses atau hasil suatu harapan (Donebean).

PERSYARATAN STANDAR
Standar yang dikembangkan dengan baik akan memberikan ciri ukuran kualitatif yang tepat seperti yang tercantum dalam standar pelaksanaannya. Standar selalu berhubungan dengan mutu karena standar menentukan mutu. Standar dibuat untuk mengarahkan cara pelayanan yang akan diberikan serta hasil yang ingin dicapai.
Standar yg berbasis manajemen kinerja, memiliki persyaratan-persyaratan sbb:
 S – specific
 M -measurable -- terukur
 A - appropriate-- tepat
 R – reliable -- handal
 T – timely – batas waktu

KETENTUAN STANDAR
Ada 4 Ketentuan Standar
1. Harus tertulis dan dapat diterima pada suatu tingkat praktek, mudah dimengerti oleh para pelaksananya.
2. Mengandung komponen struktur (peraturan-peraturan), proses (tindakan/action) dan hasil (outcomes).standar struktur menjelaskan peraturan, kebijakan fasilitas dan lainnya. Proses standar menjelaskan dengan cara bagaimana suatu pelayanan dilakukan dan outcome standar menjelaskan hasil dari dua komponen lainya.
3. Standar dibuat berorientasi pada pelanggan, staf dan sistem dalam organisasi. Pernyataan standr mengandung apa yang diberikan kepada pelanggan/pasien, bagaimana staf berfungsi atau bertindak dan bagaimana sistem berjalan. Ketiga komponen tersebut harusberhubungan dan terintegrasi. Standar tidak akan berfungsi bila kemampuan atau jumlah staf tidak memadai.
4. Standar harus disetujui atau disahkan oleh yang berwenang. Sekali standar telah dibuat, berarti sebagian pkerjaan telah dapat diselesaikan dan sebagian lagi adalah mengembangkannya melalui pemahaman (desiminasi). Komitmen yang tinggi terhadap kinerja prima melaui penerapan-penerapannya secara konsisten untuk tercapainya tingkat mutu yang tinggi.

KOMPONEN STANDAR
Beberapa komponen yang harus ada pada standar :
1. Standar Struktur
Standar struktur adalah karakteristik organisasi dalam tatanan asuhan yang diberikan. Standar ini sama dengan standar masukan atau standar input yang meliputi;
· Filosofi dan objektif
· Organisasi dan administrasi
· Kebijakan dan peraturan
· Staffing dan pembinaan
· Dekripsi pekerjaan (fungsi tugas dan tanggung jawab setiap posisi klinis)
· Fasilitas dan peralatan
2. Standar Proses
Standar proses adalah kegiatan dan interaksi antara pemberi penerima asuhan. Standar ini berfokus pada kinerja dari petugas profesional di tatanan klinis, mencakup :
· Fungsi tugas, tanggung jawab, dan akontabilitas
· Manajemen kinerja klinis
· Monitoring dan evaluasi kinerja klinis
3. Standar Outcomes
Standar outcomes adalah hasil asuhan dalam kaitannya dengan status pasien. Standar ini berfokus pada asuan pasien yang prima, meliputi :
· Kepuasan pasien
· Keamanan pasien
· Kenyamanan pasien
Dalam pelayanan kesehatan, hasil mungkin tidak selalu seperti apa yang diharapkan atau diinginkan, namun standar struktur dan proses yang baik akan menunjukkan sejauh mana kemungkinan pencapaian outcomes atau hasil yang diharapkan. Outcomes adalah hasil yang dicapai melalui penentuan dan melengkapi proses. Outcomes ditulis untuk setiap prosedur, pedoman praktek dan rencana.

KOMPONEN – KOMPONEN STANDAR :
STRUKTUR                           
Filosofi,tujuan                         
Orgn & Manaj
Peraturan2 atau kebijakan
JD: TJ & akuntabilitas
- Alat& Fasilitas

PROSES
Interaksi pemberi & penerima jasa
Action: tupoksi
Megelola kinerja
Melaks.monitoring
-Komunikasi

   HASIL
Kepuasan pasen/staf
Keamanan / kenyamanan pasen

Perubahan status kes.

TINGKATAN STANDAR
w Standar Minimum: standar yang harus terpenuhi dan menyajikan standar tingkat dasar, terarah dan berkesinambungan
w Standar Optimum: memenuhi tingkat keadaan yang diinginkan atau pada tingkat terbaik, hanya bisa dicapai oleh orang yg berdedikasi tinggi

PENGGUNAAN STANDAR
Untuk proses menilai diri sendiri: dirancang individu atau komite dari luar, apakah standar terpenuhi.
- pengalaman belajar berharga
- komitmen yg jujur menilai kekuatan/kelemahan kinerja
-Inspeksi: observasi, survey, monitoring
-Akreditasi: penilaian tingkat mutu kinerja organisasi
( struktur-proses-hasil)

CARA PENULISAN STANDAR
1. Mulailah dengan pernyataan standar
2. Identifikasi kriteria outcome dalam bentuk pernyataan siap untuk dimonitor
3. Identifikasi proses yang dibutuhkan untuk mencapai outcome( apa yang harus dikerjakan)
4. Identifikasi struktur ( apa yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses kerja u/ mencapai outcome
5.Gunakan kata-kata yang yang dapat diukur ,contoh:kemungkinan tdk bisa diukur.
6. Ringkas – memberikan persepsi sama bagi setiap perawat
7. Monitoring standar harus merupakan bagian dari evaluasi asuhan pasen
8. Standar harus merefleksi kepada asuhan spesifik ps
9. Keterlibatan tim multi disiplin dalam penyusunan standar diperlukan
10. Harus menjadi bagian sistem yg mudah dicapai dan diperbaiki bila diperlukan
11. Standar terbaru harus dipelihara utk meningkatkan kinerja: tempat tetap, mudah dilihat & mudah dijangkau.

MANFAAT
1. Menetapkan norma bagi individu / kelompok
2. Menunjukkan ketersediaan yang berkualitas dan sebagai tolok ukur untuk memonitoring kualitas kinerja
3. Berfokus pada inti dan tugas penting yang harus pada situasi aktual, sesuai kondisi lokal
4. Meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya yang lebih bai
5. Meningkatkan pemanfaatan staf dan motivasi staf
6. Menilai aspek praktek atau post basic pelatihan / pendidikan

MENENTUKAN PRIORITAS STANDAR
a. Identifikasi dimensi/area utama pelayanan
b. Identifikasi fungsi-fungsi kunci / essensial
c.  Prioritaskan fungsi essensial kedlm katagori
1. High-Risk ( Resiko Tinggi ) à dilakukan atau tidak, tetap beresiko (Operasi pada cedera otak berat)
2. High-Volume (Volume Tinggi) à bila kegiatan selalu dilakukan dan volumenya lebih dari 50%
3. Problem-Prone (Rawan Masalah), à tindakan yang dilakukan beresiko tinggi, tapi tidak disengaja (contoh : bayi tertukar) SIFAT ERORNYA TINGGI
4. High-Cost (Biaya Tinggi) à biaya yang dibutuhkan untuk suatu tindakan tinggi, atau sulit dijangkau
Bobotkan fungsi-fungsi tersebut kedalam : Fungsi kritis, Sangat sangat Penting, Sangat Penting & Penting.
READ MORE →

Contoh SOP Protap Bronchial Washing

Status Dokumen




  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



NAMA INSTITUSI
SOP / PROTAP
BRONCHIAL WASHING
No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Teknik pengeluaran secret/lender yang lengket dari trachea atau bronchus dengan menggunakan kateter yang dimasukan melalui jalan nafas buatan.
Tujuan
1.    Mengeluarkan/menghiangkan penuympuikan sekresi pulmoner pada jalan nafas.
2.    Mengambil specimen untuk analisis lab.
3.    Merangsang reflex batuk pada pasien yang tersedasi atau persyarafan terganggu, untuk memobilisasi secret kejalan nafas yang lebih besar.
Kebijakan
Dilakukan pada pasien dengan indikasai tertentu.
Prosedur
A. Persiapan Alat
1.        Mesin suction yang portable.
2.        Kateter atraumatik steril  dengna ukuran tidak lebih dari ½ diemeter  lumen.
3.        Sarung tangan steril dan non steril
4.        Pinset steril
5.        Kom bersisli larutan salin steril.
6.        Spuit 5 cc
7.        Stetoskop
8.        Handuk dan tissue
9.        Masker
10.    Bengklok
11.    Larutan salin.


B. Prosedur
1)        Cuci tangan
2)        Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
3)        Posoisikan pasien semifowler kecuali ada kontraindikasi
4)        Hiperoksigenasi pasien dengan oksigen 100% selama minimal 30 detik
5)        Cek kelngkpan, seting suction antara 80-100 mmHg.
6)        Pakai masker.
7)        Gunakan handscon steril
8)        Sambungkan suction dengan conectorpisahkan konektor ventilator dari ET/TT.
9)        Segera masukan 1 cc larutan salin kedalam ET/TT
10)    Hubungkan kembali dengan konektor ventilator dengan ET/TT, biarkan selama 3-6 kali pernafasan
11)    Lepaskan konektor ,segera masukan katyeter steril kedalam ET/TT Tube sejauh mungkin sampai terasa ada tahanan . tarik 1-2 cm.
12)    Tarik kateter pelan-pelan smbil diputar lakukan hisapan secara intermiten .aspirasi tidak bboleh lebih dari 8-10 detik
13)    Segera hubungkan kembali konektor ventilator mekanik dengsn ET/T untuk hiproksigenasiminimal 30 detik
14)    Lakukan pembilasan kateter denagn larutan salin steril
15)    Hiperoksigenasi pasien minimal 30 detik.
16)    Cuci tangan
17)    Observasi pasien.
Unit terkait
Rawat Jalan, UGD
READ MORE →

Contoh SOP Fisioterapi Dada

Status Dokumen




  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



NAMA INSTITUSI
SOP / PROTAP

FISIOTERAPI DADA

No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Suatu tindakan yang dilakukan untuk membantu mengencerkan dan mengeluarkan sekret.
Tujuan
1.    Membantu klien untuk mengencerkan secret dan memudahkan untuk mengeluarkannya.
2.    Memperbaiki satus respirasi klien.
3.    Mencegah infeksi pada paru pada klien yang immobilisasi dalam waktu lama.

Kebijakan

Prosedur
Persiapan Alat :
1.    Pot sputum dengan larutan desinfektan (Lysol 2%).
2.    Bantal.
3.    Gaun atau pakaian yang tidak mengiritasi.
4.    Tempat tidur yang dapat diatur ketinggian dan posisinya (kalau perlu).
5.    Tissue.
6.    Peralatan oral hygiene.
7.    Nierbeken / bengkok.
8.    Masker dan handscoen bersih (kalau perlu).
9.    Oksigen dan suction (kalau perlu).

Pelaksanaan :
1.    Menjelaskan prosedur dan tujuan dilakukannya fisioterapi dada.
2.    Menganjurkan klien untuk berkemih terlbih dahulu.
3.    Menganjurkan kepada klien untuk memberitahu jika merasa mual, nyeri, atau sesak nafas.
4.    Memberikan medikasi yang akan membantu untuk mengencerkan sekresi atau sputum (jika ada).
5.    Mengenakan masker, gaun dan handscoen (jika ada indikasi).
6.    Melakukan fisioterapi dada :

a. Postural Drainage (Clapping) :
1)   Membantu klien untuk posisi duduk atau posisi tidur miring kiri / kanan.
2)   Memberikan tissue dan pot suptum kepada klien.
3)   Melakukan clapping dengan cara kedua tangan menepuk punggung klien secara bergantian sampai ada rangsangan untuk batuk.
4)   Menganjurkan klien untuk batuk dan mengeluarkan sekret / sputum pada pot sputum.
b. Vibrasi Dada :
1)   Menganjurkan klien untuk nafas dalam dan lambat melalui hidung dan menghembuskannya melalui mulut.
2)   Meletakkan telapak tangan secara datar diatas dada yang akan divibrasi.
3)   Meminta klien untuk nafas dalam dan ketika klien menghembuskan nafas getarkan telapak tangan secara perlahan diatas dada klien.
4)   Menganjurkan klien untuk batuk untuk mengeluarkan suputum dan membuangnya pada pot sputum.
7.        Mengulangi teknik fisioterapi dada untuk setiap segmen paru.
8.        Dengan perlahan mengembalikan posisi klien apda posisi semula.
9.        Melakukan oral hygiene.
10.    Merapihkan klien dan peralatan.
11.    Mencuci tangan.

Unit terkait
 Rawat Inap dan UGD
READ MORE →

Contoh SOP Pengambilan Sputum

Status Dokumen




  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



NAMA INSTITUSI
SOP / PROTAP
SOP MENGAMBIL SAMPEL SPUTUM

 

No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Suatu tindakan untuk mengambil sampel sputum untuk pemeriksaan diagnostik, meliputi :
1.         Pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam).
2.         Pemeriksaan Sitologi.
3.         Pemeriksaan kultur dan sensitivitas.
4.         Pemeriksaan Gram Stain : Bakteri gram negatif atau positif.


Tujuan
1.      BTA : Mengidentifikasi basil tahan asampada klien yang diduga menderita TBC, pemeriksaan ini dilakukan 3 hari secara berturut-turut.
2.      Sitologi : Mengidentifikasi adanya sel-sel ganas pada klien yang dicuroigai kanker paru.
3.      Kultur dan sensitivitas : Untuk menegakkan diagnosis, menentukan jenis mikroorganisme, dan menentukan sensitifitas klien terhadap terapi antibiotik.
4.      Gram Stain : Untuk mengidentifikasi gram negatif atau gram positif.

Kebijakan
1.    Pelaksanaan dilakukan oleh petugas yang terampil

Prosedur
Persiapan Alat :
1.      Nierbeken/bengkok.
2.      Kantong plastik atau kotak untuk membawa spesimen kelaboratorium (sesuai kebijakan RS).
3.      Handscoen bersih.
4.      Sikat gigi, tissue, mangkuk/kom muntah, dan masker (kalau perlu).
5.      Formulir pemeriksaan laboratorium.
6.      Bokal/pot sputum yang sudah diberi label

Pelaksanaan :
1.      Menjelaskan tujuan dan prosedur yanga akan dilakukan sehari sebelum pemeriksaan, meliputi :
a.         Sputum diambil pagi hari sebelum makan dan minum.
b.        Posisi klien fowler klien fowler atau semi fowlwer.
c.         Mengajarkan klien nafas dalam dan batuk efektif melakukan fisioterapi dada dan postural drainage (kalau perlu).
d.        Menganjurkan klien untuk banyak minum pada malam sebelum tidur (bila tidak ada kontaindikasi).
e.         Khusus untuk pemeriksaan sputum BTA dilakukan 3 kali/hari berturut-turut.
2.      Mencuci tangan, memakai handscoen bersih.
3.      Membentangkan handuk didada klien.
4.      Memberi kesempatan kepada klien utnuk berkumur.
5.      Memberikan bokal/pot sputum steril dan mamberitahukan agar klien tidak menyentuh bagian dalam bokal/pot sputum.
6.      Menganjurkan klien untuk melakukan batuk efektif dengan cara menarik nafas dalam beberapa kali, lalu membatukkan sputum (bukan air ludah) langsung dimasukkan kedalam bokal/pot sputum.
7.      Mengulangi, sampai sputum terkumpul ± 5 ml.
8.      Menganjurkan klien untuk berkumur dan berikan tissue.
9.      Melepaskan handscoen dan buang ketempat yang sudah ditentukan.
10.  Merapikan klien dan membereskan alat-alat.
11.  Mencuci tangan.
12.  Mengirimkan bahan pemeriksaan sputum bersama formulir pemeriksaan kelaboratorium dengan segera.

Unit terkait
Rawat Inap

READ MORE →